Tetapkan jam tidur–bangun yang sama tiap hari. Hindari layar 60 menit sebelum tidur; ganti dengan baca buku ringan. Kamar gelap, suhu sejuk, dan bantal yang mendukung leher sangat membantu. Jika belum mengantuk, bangun sebentar dan lakukan aktivitas tenang, jangan memaksa di kasur.
Setiap 30 menit, berdiri 2 menit: jalan di tempat, putar bahu, dan latihan fokus mata 20–20–20. Atur posisi layar setinggi mata dan kursi menopang punggung bawah. Minum air rutin; dehidrasi memperparah letih. Catatan: Aplikasi pengingat bisa membantu disiplin.
Minum segelas air hangat, lanjut peregangan 5 menit. Sarapan sederhana: protein + serat (telur dan buah). Buat daftar 3 prioritas harian untuk mengurangi stres. Paparan cahaya matahari 10 menit bantu ritme tidur. Batasi kopi maksimal dua cangkir sebelum jam 2 siang. Catatan: Konsisten 2 minggu untuk terasa bedanya.
Jakarta — MediaUmum.com — Produktivitas bukan cuma soal jam kerja panjang. Sering kali, yang paling menentukan justru kebiasaan kecil yang konsisten. Artikel dummy singkat ini bisa langsung dipakai sebagai placeholder—silakan edit, tambahkan data/infografik, atau sisipkan kutipan pakar sesuai kebutuhan redaksi. 1) Mulai dari Dasar: Tidur & Pagi yang Tertata Tidur 7–8 jam: atur jam tidur-bangun tetap, bahkan saat akhir pekan. Rutinitas pagi 20–30 menit: peregangan ringan, minum air, rencanakan 3 prioritas harian. Sarapan seimbang: karbo kompleks + protein (mis. oats + telur/rebus tempe). Placeholder kutipan: “Ritme tidur yang stabil menaikkan fokus dan memori kerja,” — [Nama Ahli Tidur] 2) Kerja Fokus dalam Sesi Pendek Teknik 50–10: 50 menit kerja fokus, 10 menit jeda aktif. Matikan distraksi: nonaktifkan notifikasi non-urgent, gunakan mode Do Not Disturb. Satu tugas sekali waktu: single-tasking menurunkan switching cost. Tip dummy: Sisipkan tangkapan layar to-do list atau template kanban. 3) Bergerak Setiap Jam Micro-move 2–3 menit: jalan di tempat, shoulder roll, hip hinge. Meja kerja ergonomis: sudut layar sejajar mata, siku ~90°, kaki menapak. Kombo sehat: 5–10 ribu langkah/hari + 2 sesi latihan kekuatan/minggu. 4) Hidrasi & Camilan Cerdas Botol di meja: target 6–8 gelas/hari (sesuaikan aktivitas/iklim). Camilan tinggi serat/protein: buah, kacang, yoghurt—hindari gula berlebih siang hari. Kafein bijak: batas sore agar tidur malam tetap berkualitas. 5) Kebersihan Digital & Manajemen Prioritas Inbox & chat windowing: cek pesan pada jam tertentu, bukan setiap menit. Aturan 3 Prioritas: tulis 1 tugas besar + 2 pendukung per hari. Tutup hari dengan shutdown ritual: catat progres, tentukan fokus besok. 6) Batasan Sehat & Koneksi Sosial Jam kerja jelas: komunikasikan availability ke tim. Mini check-in: 5 menit stand-up tim untuk sinkron target. Rehat tanpa layar: mata 20–20–20 (lihat 20 kaki/6 m setiap 20 menit selama 20 detik). Contoh Rutinitas Harian (Dummy) 07.00 bangun, minum air, peregangan 5 menit. 08.30–09.20 sesi fokus 1 (prioritas utama). 10.30 jalan singkat + camilan sehat. 13.00–14.30 sesi fokus 2 (pekerjaan mendalam). 15.00 sync tim 10 menit. 16.00 cooldown: ringkas progres & rencana besok. 22.30 wind-down tanpa layar 30–45 menit, tidur. Checklist Mingguan (Bisa Dijadikan Infografik) Tidur konsisten 5–6 malam berturut-turut Minimal 3 hari aktif bergerak 2 sesi deep work per hari kerja Konsumsi air tercatat tiap hari Ritme “tutup hari” berjalan 4–5 kali Penutup Kunci produktivitas adalah ritme sehat yang berulang. Mulai dari satu perubahan kecil—misalnya, sesi fokus pertama sebelum membuka chat—lalu tambahkan kebiasaan lain setiap minggu. Dengan disiplin ringan tapi konsisten, kualitas kerja naik, stres turun, dan energi bertahan lebih lama sepanjang hari. Catatan editor (dummy): Tambahkan data survei internal/perusahaan, grafik hidrasi vs fokus, serta kutipan HR/psikolog organisasi untuk penguatan.